Beranda > jihad line > punya bekal apa mau jihad ke palestine ?

punya bekal apa mau jihad ke palestine ?


Jihad ( جهاد ) adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam.

Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkankemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

 punya bekal apa mau jihad ke palestine ? 

– tdk punya apa2, cuma berbekal keimanan dan ketakwaan. Bisa g kalau demikian ?

-Emng hrus pny bkal apa?

_____________________________________________________________

Sekarang kita bertanya: Apakah keadaan yang tengah kita alami di Afghanistan, di Palestina, di Philipina dan di tempat-tempat lainnya, apakah menjadikan jihad fardlu ‘ain?

Sejauh yang saya kaji di dalam kitab-kitab hadits, kitab-kitab tafsir, kitab-kitab fikih — sejak dimulainya penulisan hadits, fikih dan tafsir — saya tidak pernah melihat sebuah kitabpun, yang ditulis sejak generasi pertama sampai hari ini, kecuali pasti menyatakan bahwasanya jihad itu menjadi fardlu ‘ain dalam beberapa keadaan, yang di antaranya adalah: Apabila musuh memasuki wilayah Islam … Yahudi telah memasuki Palestina, maka jihad hukumnya fardlu ‘ain … Rusia memasuki Afghanistan, atau orang-orang komunis telah memasuki Afghanistan. Maka, jihad hukumnya fardlu ‘ain di Afghanistan. Bahkan jihad itu telah menjadi fardlu ‘ain bukan saja sejak Rusia memasuki Afghanistan, akan tetapi jihad telah menjadi fardlu ‘ain semenjak jatuhnya Andalusia ke tangan orang-orang Nasrani, dan hukumnya belum berubah sampai hari ini.

Dengan demikian jihad telah menjadi fardlu ‘ain sejak tahun (1492 M), tatkala Ghornathoh (Granada) jatuh ke tangan orang-orang kafir — ke tangan orang-orang Nasrani — sampai hari ini. Dan jihad akan tetap fardlu ‘ain sampai kita mengembalikan seluruh wilayah yang dahulu merupakan wilayah Islam, ke tangan kaum muslimin.

*Melawan Agressor Itu Lebih Diutamakan Daripada Ibadah-Ibadah Wajib Yang Lain

Semua orang wajib berangkat berjihad meskipun harus dengan jalan kaki .. Wajib bagi orang Yordan untuk datang dari Amman dengan jalan kaki jika ia tidak memiliki uang untuk membeli tiket .. wajib bagi orang Mesir untuk datang dari Kairo meskipun harus dengan jalan kaki .. dan wajib bagi orang Saudi untuk datang dari Mekah meskipun harus dengan jalan kaki .. baik ia kaya maupun miskin .. baik dengan jalan kaki maupun dengan naik kendaraan. Ini adalah pernyataan Ibnu Taimiyah. Beliau mengatakan: “Apabila musuh menyerang dan merusak agama dan dunia,  tidak ada sesuatu yang lebih wajib setelah beriman selain melawannya.” Pertama laa ilaaha illalloh, Muhammad rosululloh, sebelum sholat, puasa, zakat, haji dan yang lainnya.

Melawan aggressor .. “Apabila musuh menyerang — menyergap dan menyerbu kaum muslimin dengan kekuatannya — dan merusak agama dan dunia, tidak ada sesuatu yang lebih wajib setelah iman selain melawannya..” kemudian beliau mengatakan: “.. sesungguhnya jihad lebih di dahulukan daripada sholat.”

* Para fuqoha’ telah mengatakan, pertama: Sesungguhnya jihad itu menjadi fardlu ‘ain bagi penduduk negeri yang diserang, kemudian kepada orang-orang yang berada di sekitarnya, kemudian kepada orang-orang disekitarnya, ketika peperangan itu dapat diselesaikan satu atau dua atau tiga hari. Adapun pada saat sekarang ini: peperangan telah berlangsung selama bertahun-tahun, lalu alasan apa yang dapat digunakan oleh seseorang di muka bumi ini untuk berlambat-lambat melaksanakan jihad?! Para fuqoha’ itu juga telah mengatakan: Pada awalnya jihad itu fardlu ‘ain bagi penduduk negeri yang diserang tersebut, kemudian kewajiban itu meluas kepada daerah yang dapat ditempuh dengan bighol, kuda dan keledai. Adapun pada hari ini, kami tidak berlebihan jika kami katakan bahwa anda dapat datang dari ujung dunia ke Afghanistan dengan pesawat terbang dalam tempo satu hari atau dua hari. Bukankah begitu? Dengan demikian maka jihad hukumnya fardlu ‘ain bagi orang Mesir, orang Yordan dan orang Suria sama persis hukumnya bagi orang Afghanistan. Karena sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah: “Dan seluruh wilayah Islam itu ibarat satu negeri karena semua negeri Islam itu ibarat satu negeri.”

* Dan Syaikhul Islam mengatakan: “Apabila musuh memasuki negeri Islam, maka tidak diragukan lagi atas wajibnya melawan mereka bagi orang yang tinggal di daerah paling dekat dengan negeri tersebut kemudian kepada orang-orang yang berada didekatnya, karena seluruh negeri Islam itu ibarat satu negeri.” Dengarkanlah wahai orang Hijaz, orang Yordan, orang Mesir dan orang Suria: “.. karena seluruh negeri Islam itu ibarat satu negeri..” dan sesungguhnya semua orang wajib berangkat berperang tanpa harus ijin kepada orang tua. “atau ghorim” yakni orang yang menghutangi, “.. dan pernyataan-pernyataan Imam Ahmad dalam hal ini sangatlah jelas.” Silahkan lihat kitab Al Fatawa Al Kubro, jilid IV hal. 806.

* Ibnu Taimiyah di dalam Majmu’ Fatawa jilid XXVIII hal. 853, mengatakan: “Apabila musuh hendak menyerang kaum muslimin, maka wajib bagi seluruh orang yang akan diserang dan yang tidak akan diserang untuk melawannya.” Apabila musuh hendak menyerang, lalu bagaimana jika musuh telah memasuki jantung kota dan menduduki masjid Al Aqsho, menduduki seluruh negeri Islam, menduduki negeri Abdur Rohman bin Samuroh, menduduki Kabul, menduduki negeri Imam Al Bukhori dan menduduki daerah Balkh, negeri para ulama’.

“Apabila musuh hendak menyerang..” apabila hendak menyerang — yakni mereka belum menyerang — apabila hendak menyerang, “..apabila musuh hendak menyerang kaum muslimin, maka wajib bagi seluruh orang yang diserang dan yang tidak diserang untuk melawannya.” Dan sebagaimana firman Alloh ta’ala:

وإن استنصروكم في الدين فعليكم النصر

Dan jika mereka meminta bantuan kepada kalian atas dasar agama, maka kalian harus menolong mereka. (Al Anfal: 27)

* Sesungguhnya jihad di Afghanistan, Palestina dan di seluruh wilayah yang dikuasai oleh orang-orang kafir sekarang ini hukumnya adalah fardlu ‘ain, baik jihad dengan jiwa (secara fisik) maupun dengan harta. Inilah yang difatwakan oleh seluruh ulama’ terdahulu yang saya ketahui. Hal ini juga yang difatwakan oleh para ulama’ jaman sekarang yang bermanhaj salaf, seperti Syaikh ‘Abdul ‘Azizi bin Abdulloh bin Baz, Ibnu Utsaimin, Syaikh Al Albani, Al Muthi’i, Hasan Ayyub, Sa’id Hawa, Sholah Abu Ismail, Abdul Mu’iz Abdus Sattar dan banyak lagi ulama’ lainnya yang tidak bisa saya sebutkan semua di tempat ini.

* Al Qurthubi mengatakan: “Setiap orang yang mengetahui bahwa kaum muslimin dalam keadaan lemah dan membutuhkan kepada dirinya, dan ia mampu untuk mendatangi mereka, maka wajib baginya untuk berangkat menuju mereka.”

Ketika Yahudi memasuki Palestina jihad menjadi fardlu ‘ain bagi penduduk Palestina. Jika penduduk Palestina tidak cukup, atau mereka mengabaikannya, atau mereka bermalas-malasan, atau mereka enggan untuk berjihad, maka fardlu ‘ain meluas perdaerah terhadap penduduk Yordania. Jika mereka tidak mencukupi, mereka mengabaikannya, mereka bermalas-malasan, mereka enggan berjihad, kewajiban terus meluas kepada daerah berikutnya kepada Suriyah, Lebanon sebelah timur Yordania dan Mesir. Jika mereka tidak ada seorangpun dari Mesir, Yordania dan yang lainnya yang mau berangkat, maka fardlu ‘ain meluas kepada penduduk Saudi dan Irak. Jika mereka tidak mau berangkat, maka fardlu ‘ain meluas kepada penduduk Afghanistan dan Pakistan. Jika mereka tidak mau berangkat, maka fardlu ‘ain meluas kepada penduduk Indonesia. Jika mereka tidak mau berangkat, maka fardlu ‘ain meluas kepada orang-orang Islam yang berada di Cina dan Jepang.. dan begitu seterusnya, sampai fardlu ‘ain itu menjadi fardlu ‘ain bagi seluruh penduduk bumi. Jihad akan tetap fardlu ‘ain sampai Yahudi keluar dari Palestina, dan setiap muslim di muka bumi ini berdosa karena ia tidak berjihad untuk mengusir orang-orang Yahudi.

* Sipakah yang selamat dari dosa?! Satu saja yang selamat dari dosa… yaitu orang yang memanggul senjata dan berperang, adapun yang lainnya adalah berdosa, karena dia tidak melaksanakan fardlu ‘ain; padahal tidak ada sesuatu yang lebih wajib setelah iman itu selain melawan agressor. Dengan kata lain, pertama adalah engkau ucapkanlaa ilaaha illalloh Muhammad rosululloh, tauhid, kemudian setelah itu berangkat berjihad fi sabilillah untuk mengusir orang kafir yang menyerang.

# Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).QS 8:60

Kategori:jihad line
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: