Beranda > Puisi > Tanpa Awalan Yang Harus Berakhir

Tanpa Awalan Yang Harus Berakhir


menjadikanmu abadi bukanlah kemampuanku
aku hanyalah seseorang yang datang dari jauh inginmu
hanya ternyata aku mampu menjadi sesuatu untukmu
namun ternyata aku mampu..
sayangnya aku bisa

lihatlah bagaimana aku datang
dengarkah derap langkah ketika aku datang
telah ku tembus ilalang, ku hunus asa menjulang
aku tau ada jurang di ujung perjalanan ini
namun aku yakin, aku mampu membuat jembatan meski hanya sebentang temali ..

lihatkah aku kini?
aku berjalan…

aku tak tahu seperti apa jalan Tuhan
aku hanya memegang satu arah menjalaninya
aku tak tahu bagaimana suratan takdir itu bergulir
aku hanya tau kini…kau telah mengalir

maka siapakah aku untuk bertanya cinta kepadamu?
siapakah aku untuk meminta hatimu?
karena kau pun takan mampu memberinya

Dia Sang pemilik hati, Dia Sang Pencipta rasa
Aku hanya menenun irama menuju hujan suara untuk mengutara kata cinta lalu bermuara pada dawai-dawai warna pelangi berasmara…

Menjadikanmu sesuatu, aku terbentur lenturnya asa lalumu
Membawamu pada asaku, aku terancam asa lalumu
Namun aku tak harus berlalu
Semua masih seperti itu, kala aku merakit ini ke hulumu

Terpancar cemas dari paras berdilema
tercurah sudah keluh kesah benak yang gelisah
Aku akan sangat tahu betapa itu,
Aku akan sangat mengerti fakta ini.

Indah pelangi dibawah biru langit itu tak ada,
Pekat mendung menggelap telah bernyanyi ria bersama hujan lebat
Pelangi dengan baris-baris warna itu pun tertunda dibawah entah tiada
Jika mata itu memang tak harus selamanya melihat

Aku hapus pelangi dibalik hujan, akan kukemas pulang
Biarkan awan meneduhkan kalian…
Dan nantilah pelangi darinya membentang selepas hujanku mereda

Pilihan itu ada padamu…
Namun pemilih itu aku…

Aku tak bisa membawa lumpur di wajahnya
aku tak bisa menyala lebih darinya
Biarlah aku hadapi apa adanya, seperti aku tak tau pada awalnya.

______________
****
ia memberi arahnya sendiri
ia kan berdiri, berlari lalu pergi
hanya kita terpapah, melemah lalu menyerah kalah

ia akan membuat larangannya sendiri
ia akan keras berteriak, tegas bertindak
ketika Tuhan membuat pembatas
hanya kita selalu memelas, malas lalu keluar batas

itulah “ia”……cinta yg menjadi dasar segalanya…..

Semoga inspirasiku mampu terbang tinggi memetik cahaya..
melontarkan sendi-sendi hidupnya hati, melenturkan sandi-sandi nyalanya hati. ..

Hingga tak lagi terbebani..

Kategori:Puisi
  1. Agustus 17, 2011 pukul 11:47 pm

    membawa setiap pembaca seolah-olah berada di dalamnya, lalu menjadi terpana ..so nice😉

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: