Penenun Hujan

Berpisah itu menyakitkan …hujan

Apalagi bila anak anak gerimis begitu menyejukan pandangan

Bilakah kita tidak usah bertemu dan membuat sungai kenangan ini

Menjadi hal yang paling pahit dalam hidupku

Laki laki tak boleh menangis

Katamu waktu kita bertemu di malam yang dingin,

Engkau berselimut awan aku berpayung secangkir kopi

Untuk menahan hujan kantuk ini

Aku tidak menangis..

Aku hanya ingin menghargai anugrah air mata..

 

Categories: Puisi

PhYsiCaL GrAffiTi (via Slim Paley)

cool

PhYsiCaL GrAffiTi . . . Slim Paley Photo Sunlight catching the coloured pencils on my desk. . Whatever possessed me I don't know, but while I was in Sun Valley last week I decided  I would graffiti my yoga mat. Before we go any further, let me share something with you: Be extremely careful opening large, waterproof felt pens at high altitude. We'll leave it at that. . . Slim Paley Photo  After I cleaned up and started to draw, the most amazing thing happened. The … Read More

via Slim Paley

Categories: Uncategorized

RELE RENANG NUTING TONG HARCET!! (Catetan Terakhir Kang Ibing)

SETELAH melalui liku-liku pertandingan panjang, akhirnya yang bertemu di babak final adalah Belanda melawan Spanyol. Semua orang tadinya mengira Jerman yang akan berhadapan dengan Belanda.

Ketika ada yang menanyakan tentang hal ini, Pelatih Jerman Joachim Loew mengatakan, “Memang seharusnya kami yang masuk final. Tapi Jerman sengaja mengalah, memberikan kesempatan pada Spanyol”. Mendengar hal itu pemain Kamerun Stephane Mbia tersenyum sinis, “Sudah keok mah keok we, tong loba alesan. Tah deuleu!” Dia berkata sambil nonggeng memperlihatkan nu hideung lestreng melambangkan gelapnya masa depan.

Baik Belanda maupun Spanyol pasti tahu, kalau ingin jadi juara, tak ada pilihan lain dalam pertandingan ini kecuali harus menang! Kalau setelah 2 x 45 menit, pertandingan berakhir draw 0-0, maka pertandingan akan diperpanjang 2 x 15 menit. Kalau draw juga, terpaka adu penalti. Kalau ini masih juga draw, hanya satu jalan terakhir, yaitu pakuat-kuat dicabok! Read more…

Categories: cerita sampah

Nasihat Nabi Muhammad SAW kepada Ali Ra

Agustus 6, 2011 2 komentar

Wahai Ali, bagi orang ‘ALIM itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Jujur dalam berkata-kata.

2) Menjauhi segala yang haram.

3) Merendahkan diri.

 

Wahai Ali, bagi orang yang JUJUR itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Merahsiakan ibadahnya

2) Merahsiakan sedekahnya.

3) Merahsiakan ujian yang menimpanya.

 

Wahai Ali, bagi orang yang TAKWA itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Takut berlaku dusta dan keji.

2) Menjauhi kejahatan.

3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

 

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Mengawasi dirinya.

2) Menghisab dirinya.

3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

 

 

Semoga diberi taufiq dan hidayah untuk kita memiliki kesemua sifat-sifat tersebut aamiin…

Categories: Hikmah

Menepati Nazar

Lagi-lagi kisah mengenai Abu Nawas tidak ada habisnya untuk dibaca,hal itu dikarenakan karena Abu Nawas sangat cerdik.
Seperti kisah yang berikut ini, dimana kecerdikan Abu Nawas diuji oleh sahabat lamanya Abdul Hamid.
Ia telah meminta bantuan kepada Abu Nawas dlam hal mencari tanduk kambing yang besarnya sejengkal manusia untuk memenuhi nazar Abu dul Hamid.

Kisahnya…
Dahulu di Negeri Persia hiduplah seorang lelaki bernama Abdul Hamid AL Kharizmi.
Lelaki ini adalah seorang saudagar kaya raya di daerahnya. Namun sayang, ia belum juga dikarunia seorang anak meskipun usia pernikannya sudah mencapai lima tahun. Read more…

Categories: Kisah & Teladan

Panah Pembawa Rezeki

Abu Nawas memang cerdik, msekipun tak mempunyai kemampuan untuk melaksanakan titah sang raja, namun dia selalu berhasil melaksanakan tugasnya. Dan hadiah selalu menanti, sungguh rezeki yang tak disangka.

Suatu ketika Abu Nawas diundang oleh Raja Harun Ar-Rasyid untuk makan bersama. Maka berangkatlah para pengawal kerajaan untuk menjemput Abu Nawas di rumahnya. Tak berapa lama kemudian Abu Nawas telah sampai di istana dengan pakaian sederhana saja.
Abu Nawas langsung diajak berbincang di sebuah pendapa dengan berbagai jamuan makanan lengkap dengan minuman yang segar. Read more…

Categories: Kisah & Teladan

Menilai Syair

Alhamdulillah terucap karena anugrah sehat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua.
Blog Kisah Abu Nawas kali ini akan menceritakan tentang Abu Nawas yang disuruh Sang Permaisuri untuk menilai tentang syair, hasil buah karya salah seorang putranya yang bodoh dan pemalas.

Suatu hari Abu Nawas disuruh permaisuri memberi penilaian tentang syair karya putranya yang bodoh dan pemalas.
Karena obyektif, Abu Nawas pun menilai kalau karya sastranya jelek.
Mendengar hal itu, putra permaisuri marah dan memenjarakan Abu Nawas. Read more…

Categories: Kisah & Teladan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.