akulah yg masuk tanpa mengetuk pintu
akulah yg datang dengan salam dibelakang
aku bukanlah apa dibanding dirinya
aku hanya datang untuk mengantarkan bunga di sela ribuan bunga darinya.
aku hanya datang untuk menaruh harapan di tengah gelimangan harapanya.
tapi entah sampai kapan aku kan menghentikannya.
krena tak ada tanda2 perhentian,
aku hanya menemukan persesuaian n kalimat “keep running”
aku pun tak berhenti.,
meski takdirku bukan yg lebih dahulu.
tapi janjiku untuk membuat aku yg terakhir untukmu.
Alloh Maha menilai cara baik untuk mendapat hal yg baik.
Ada misteri yg terkuak kala mega tipis melintasi dicahaya rembulan,
Tentang malam yang bertanya makna sekuntum bunga,
Sang surga dunia yg kadangkala hrs berenang dikolam nestapa
Menjelang fajar ada suara, tapi kadang henti diam..
bukanlah detak tiktok jam dinding yg tiada henti
Waktu adalah ujian, kalau tak bisa berbuat sesuatu diamkan mulutmu
lalu pergi tinggalkan aku
Terang dalam mmbawa polusi, mengusir gelap dgn sesuap nasi
Jika anda diberi kesempatan untuk bertanya tentang makna hidup dan kehidupan, apa yang akan anda tanyakan?
Mungkinkah tentang keadilan hidup? Atau mungkin tentang arti cinta? Bahkan tidak sedikit yang bertanya tentang arti kehilangan.
Saat kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat kita cintai, pertanyaan “mengapa?” atau ” kenapa?” tanpa kita sadari akan muncul di benak kita.
Apakah dengan kita mengetahui jawabannya, kita pasti akan bahagia dan puas? Atau akan kembali sesuatu yang hilang itu?
Dengan tidak tahu, bukan berarti Tuhan jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.
Apapun bentuk kehilangan itu, ketahuilah cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi “dia” yang pergi, bukan dari “anda” yang ditinggalkan. Atau anda tidak akan berhenti bertanya “mengapa?”, “kenapa?” bahkan bisa mengutuk Tuhan atas kehilangan yang tidak anda ikhlaskan.
Orang-orang yang memiliki tujuan hidup, tidak akan pernah bertanya “kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yanng menyenangkan dari hambaNya?? “
Kehilangan yang rumit, menyakitkan dan menyedihkan, akan terlihat begitu sederhana dan indah saat kita mampu melihatnya dari sisi yang berbeda.
Ikhlaskan, karena apapun yang terjadi pada diri kita adalah sebab akbat dari dan untuk orang lain.
Raihlah surga dan dunia dengan sederhana, agar kita dapat menikmati janji Tuhan yang paling indah. Janji menatap wajahNya
Bunga Melati itu nuansa kelembutan…
damai..
Warnanya yg putih,
melambangkan kebersihan hati juga kepolosan..
Tentu takkan seelok bunga mawar. ..
Tapi bunga melati tidak menaruh duri di tiap tangkainya…
sedangkan…disatu sisi taman..
tumbuh pula sekuntum bunga tidak bernama..
tidak banyak kumbang yg ia kenal…
sebab tak ada sesuatu yg istimewa dari setangkai bunga rumput…
ia tak punya kelopak yg cantik..
ia tak punya wangi yg menggoda…
hingga tak ada kumbang yang sudi menyapa atau untuk sekedar meliriknya. ..
tapi bunga yg tidak bernama itu tdk peduli..
ia terus tumbuh seiring detak sang waktu…
Dalam hatinya slalu terpatri jika kelak ada kumbang yg ingin hinggap padanya..
Maka kumbang itu adalah kumbang biasa yg berhati mulia
yg maumenerima seutuhnya bunga, daun, tangkai, juga akarnya..
Aku terlelap dalam gelap mendekap.
Suaramu bergaung suram dalam kelam.
Do’amu kah, wahai kawan lama?
Entah kenapa, kembali aku ingin mendengarnya.
Rindu menyiksa, kejam setajam sembilu.
Setengah mati ingin kusingkirkan haru,
terlalu muak dengan air mataku.
Harus kubunuh harap akan segala yang semu.
Terlalu lama kutunggu
pedih yang sulit terobati tak jua berlalu.
Sebisa mungkin, kau tak perlu tahu.
Aku juga enggan menyiksamu
dengan rasa bersalah yang tak perlu.
Masih berdo’a, wahai kawan lama?
Terima kasih, karena aku masih membutuhkannya.
Hanya demi kau, rela kupalsukan tawa
atas nama cinta yang tak boleh cemar,
atas persahabatan yang jangan sampai bubar.
Semoga do’amu terkabul sepenuhnya,
mengingat aku masih butuh percaya
cinta akan seadil Sang Pencipta
bukan lelucon kejam belaka
pengundang iblis ‘tuk tertawa
menghina semua luka ….
dari jauh teringat suasana rumah
tawa bersama, jarak buatnya tak terjamah
kami hidup sederhana namun kaya cinta
banyak kasih hingga tak cukup tercerita
ku anak pertama dari dua bersaudara
harapkan dapat manja ada saja cara
meski begitu perlakuan tak pernah beda
sayang sama rata pilih kasih tak pernah ada
sulung sama bungsu cinta sama rata
dibekali pekerti bukan materi semata
tak lelah orang tua ku berikan petuah bijak
utamakan ibadah dimanapun ku berpijak
jangan pernah jauh dari hal yang hak
shalat tiang agama harus tetap tegak
pesan dan amanat yang begitu mulia
ingatkan tentang pengadilan setelah dunia
menuju tangga naik, jangan pernah turun
terus melangkah meski medan sepanas gurun
hitungan waktu hanya kurun, begitu singkat
segala yang dilakukan tak pernah luput catat !
jauh dari rumah banyak cobaan berat
namun teringat selalu akan semua nasehat
meski gundah menjerat diluar lingkupnya
bertarung lah dengan dunia jangan kau dikalahkanya
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
motivator